Perilaku hidup sehat adalah segala aktivitas yang dilakukan manusia
untuk menjaga atau memperbaiki kesehatannya, terlepas dari kondisi
kesehatan mereka saat ini atau karena tujuan mereka untuk menjadi lebih
sehat. Biasanya kondisi kesehatan mempengaruhi perilaku menjaga
kesehatan yang dilakukan dan juga motivasinya. Oleh karena itu, perilaku
ini dibedakan dari kondisi setiap individu, saat sehat, kemunculan
simtom dan saat sedang sakit.
1. Well behavior
2. Symptom-based behavior
Ditulis oleh: Kirana Sangitan, M.Psi., Psikolog
Sumber:
DiMatteo, M. R. (1991). The Psychology of Health, Illness, and Medical Care: An Individual Perspective. California: Wadsworth.
Sarafino, E.P. (2002). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions (4th ed.). New York: John Whey & Sons, Inc.
Sumber: sagassi
1. Well behavior
Segala aktivitas yang dilakukan untuk
menjaga atau memperbaiki kesehatan mereka saat ini dan berusaha mencegah
penyakit. Seperti:
– latihan fisik
– menjaga pola makan yang sehat
– memeriksakan gigi secara teratur
– vaksinasi rutin untuk mencegah penyakit
Jika sedang merasa sehat, kita cenderung tidak berusaha menjaga kondisi tubuh. Perlu diketahui bahwa motivasi juga merupakan salah satu faktor penting dalam berperilaku sehat.
Motivasi menjaga kesehatan muncul jika dipengaruhi:
– rasa takut akan sebuah penyakit
– nilai dari perilakunya
– seberapa menariknya perilaku yang
bertentangan dengan perilaku menjaga kesehatan (seperti perilaku merokok
atau minum minuman keras yang dianggap keren dan menyenangkan)
2. Symptom-based behavior
Adalah segala aktivitas yang dilakukan
oleh individu jika sedang merasa sakit atau mengetahui bahwa ada ganguan
di tubuhnya. Tujuannya mencari tahu penyakit apa yang dideritanya,
menemukan penyebabnya, dan mencari pengobatan yang tepat.
Apa yang dilakukan:
– mengeluh tentang simtom yang muncul
– berusaha mencari bantuan atau nasehat dari keluarga, teman, dan dokter
Bagi sebagian orang, mereka tidak memunculkan symptom-based behavior karena
takut pada dokter, rumah sakit, atau diagnosis dokter akan apa yang
dialaminya. Mereka merasa lebih baik menahan atau bersikap tidak peduli
dengan rasa sakit dan nyeri yang dialami. Selain itu, ada juga yang
tidak mencari bantuan medis karena masalah biaya.
Perilaku yang muncul pada orang yang
berusaha menjadi sehat kembali setelah sadar bahwa dirinya sakit dan
telah mengetahui apa penyakitnya. Kemunculan perilaku didasari oleh
pemikiran bahwa orang sakit memiliki sebuat “peran”.
Peran yang dimaksud:
– mereka tidak perlu melakukan kewajiban orang-orang sehat
– merasa tidak perlu mengerjakan tugas sehari-hari
– merasa memiliki kewajiban utama yakni berusaha untuk sehat kembali
Ditulis oleh: Kirana Sangitan, M.Psi., Psikolog
Sumber:
DiMatteo, M. R. (1991). The Psychology of Health, Illness, and Medical Care: An Individual Perspective. California: Wadsworth.
Sarafino, E.P. (2002). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions (4th ed.). New York: John Whey & Sons, Inc.
Sumber: sagassi




0 komentar: